52 Sopir Jalani Tes Urin

Tribratanewswonosobo.com-Puncak arus balik kedua tahun 2016 diperkirakan akan terjadi pada Jumat dan Sabtu 15 dan 16 Juli 2016. Untuk menjaga keselamatan dan keamanan Penumpang khususnya Angkutan lebaran yang berangkat dari Terminal Mendolo kabupaten Wonosobo, Dinas kesehatan Propinsi bekerjasama dengan Dir narkoba Polda Jateng melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes urin bagi pengemudi maupun kernet angkutan lebaran. Rabu (13/7).

DSC_0024.JPG

Sat Resnarkoba dan Sat lantas Polres Wonosobo dibantu Dinas Perhubungan kabupaten Wonosobo, mengumpulkan para pengemudi angkutan lebaran di Terminal Wonosobo untuk dilakukan pemeriksaan. Dipimpin AKP Deni Wibowo, S.H puluhan sopir diajak menuju kantor terminal mendolo untuk melaksanakan pemeriksaan.

Jaelan Kepala Bidang Masalah Kesehatan mengatakan “Kegiatan pemeriksaan ini merupakan kegiatan Dinas kesehatan Propinsi dan juga didukung dari balai besar teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit jogyakarta. Dalam kegiatan ini Dinas kesehatan bekerjasama dengan Kepolisian khusnya Dir Narkoba Polda jateng dan Sat Resnarkoba Polres Wonosobo serta Dinas Perhubungan.”

DSC_0013.JPG

Jaelan menambahkan “Kegiatan ini bertujuan untuk penafsihan factor resiko penyakit tidak menular pada pengemudi angkutan kota dalam propinsi dan angkutan antar propinsi. Pemeriksaan ini juga dalam rangka antisipasi arus mudik maupun balik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi ; penafsihan factor resiko (Wawancara), Alkohol pernafasan, pemeriksaan ampetamin urin, pemeriksaan gula darah sewaktu, asam urat, kolesterol, pemerksaan antrokometri tekanan darah dan lain sebagainya.”

“Dari kami nanti akan mengeluarkan rekomendasi apakah pengemudi layak melanjutkan perjalanan atau harus ditunda melakukan perjalanan bila diketemukan kesehatan atau bahkan pengemudi harus dirujuk ke Rumah sakit. Rekomendasi akan kami sampaikan kepada Dinas Perhubungan dan Kepolisian. Bila dalam pemeriksaan diketemukan kandungan Obat terlarang maupun narkoba langsung ditangani oleh pihak Kepolisian” Tutup jaelani.

DSC_0013.JPG

Dr Fiyosten Kusuma M.kes Dokter yang kesehariannya bertugas di Puskesmas Sidojoyo, dipercaya untuk melaksanakan pemeriksaan ini. Dr Fiyosen ditunjuk oleh Dinas kesehatan kabupaten Wonosobo melaksanakan pemeriksaan di bantu dengan tenaga kesehatan dari Dinas kesehatan kabupaten Wonosobo.

“Dari hasil pemeriksaan puluhan pengemudi diketemukan dua pengemudi yang di rekomendasikan tidak layak mengemudi yang pertama hipertensi emergensi (tensi 200/110) bahaya yang terjadi bisa terjadi struk, sehingga apabila yang bersangkutan tetap mengemudi bisa membahayakan penumpang. Yang kedua kadar gula darah sewaktu 420 yang sudah sangat melebihi, dimana normal kadar gula darah sewaktu 120, yang kami takutkan kalau dengan kadar gula darah sewaktunya 420, bisa terjadi koma diabitikum/jatuh dengan kondisi koma padahal sedang mengemudi” terang dr Fiyosten.

DSC_0002.JPG

AKBP WALUYO JATI PURNOMO, S.H dari Dir Narkoba Polda Jateng didampingi AKP Deni Wibowo S.H Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo mengatakan bahwa dari 52 pengemudi yang dilakukan pemeriksaan tidak diketemukan indikasi penggunaan Narkoba maupun psikotropika. Jadi kami hanya disini membantu mengumpulkan pengemudi yang akan diperiksa, kalau pada pemeriksaan diketemukan pemakaian Narkoba maupun Psikotropika baru akan kami tindak lanjuti sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

Pemeriksaan besok masih akan kami lakukan, hal ini menyangkut keselamatan penumpang angkutan. Dengan diadakan pemeriksaan ini diharapkan dapat mengurangi kecelakaan lalu-lintas karena, dengan kondisi kesehatan pengemudi yang prima serta tidak terpengaruh alcohol maupun Narkoba konsentrasi pengemudi akan terjaga. Tutup AKBP Waluyo

2 Trackbacks & Pingbacks

  1. Safety
  2. Corporate Events Hyderabad

Comments are closed.