Babinkamtibmas latihan rajang Tambakau

Kejajar, Untuk wilayah Kecamatan Kejajar pada umumnya memang petani Tembakau terutama Desa Buntu dan Desa Tieng maka untuk bulan Agustus dan September baru masa petik daun tembakau untuk diolah menjadi tembakau Garangan (sistem pengolahan setelah dirajang kemudian dibentuk diatas Rigen bambu persegi panjang dan diasapi dengan bara api sampai kecoklatan terakhir di jemur hingga kering) dengan melihat situasi seperti itu Babin Kamtibmas Desa Buntu Brigadir Rony Pebriyanto berpikir bagaimana untuk meneruskan tradisi tersebut maka ikut membantu marajang daun tembakau agar kedepan dapat melestarikan buat tembakau garangan, Kamis/12/10/17.

Dalam kesempatan tersebut Babinkamtibmas Desa Buntu Brigadir Rony Pebriyanto bercelathu, “pak tulung saya tak latihan rajang tembakau bila nantinya mahir aku juga akan meneruskan membuat tembakau garangan agar tradisi ini bisa terus ada generasinya mohon bantuanuntuk diwariskan caranya,” ucap Brigadir Rony pada Bapak Waldini siempunya gawe, “nek sudah bisa pembuat tembakau garangan bokkan nanti saya pensiun bisa untuk usaha baru yang mingkin kedepan dapat menjanjikan karena mingkin kedepan sudah langka generasi yang membuat tambakau garangan, itu kan pekerjaan klasik.” Tambah Brigadir Rony Pebriyanto Babin Desa Buntu.

Dimana Waldini warga Desa Buntu Rt 11 Rw 1 Kecamatan Kejajar memang setiap tahun pada bulan Agustus September selalu membuat Tambakau garangan karena harga setiap rigennya kalau musim kemarua panjang sperti ini cukup menjanjikan mancapai Rp 75.000,- (tujuh puluh lima ribu) per eler pada hal satu rigen 5 eler jadi cukup lumayan untuk tambahan penghasilan sebagai seorang petani.

Beitu Brigadir Rony mulai merajang daun tembakau Waldini melihat cara memegang Gobang beliau mengucap, “ wah lumayan baru kali ini ada pak Polisi bisa rajang bila latiahn terus insa’alloh nantinya bisa jadi pembuat tembakau garangan yang baik,” kata Waldini dengan sangat girangnya karena Polisi muda kok mau mancoba marajang daun tembakau.