BHABINKAMTIBMAS MENJADI GURU MI MA’ARIF

BHABINKAMTIBMAS MENJADI GURU MI MA’ARIF BHABINKAMTIBMAS MENJADI GURU MI MA’ARIF

Program Sekolah yang diimplementasikan di dalam EDS  (Evaluasi Diri Sekolah) yang terurai dalam 8 (delapan) standar Nasional adalah titik awal suatu Sekolah melaksanakan berbagai kegiatan, baik KBM  (Kegiatan Belajar Mengajar) maupun sarana dan prasarana. Di dalam penyusunan program sekolah, harus memasukan aspirasi warga sekolah, seperti Siswa, Kepala Sekolah dan Guru, Komite Sekolah dan lingkungannya. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, sesuai dengan Misi dan Visi Sekolah.

Untuk mewujudkan Misi dan Visi Sekolah, sekolah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi perlu ada dukungan dari berbagai pihak, terutama apa yang dinamakan PSM atau Partisipasi Masyarakat. Partisipasi Masyarakat bisa berujud dana atau pun tenaga bahkan buah pemikiran.

BHABINKAMTIBMAS MENJADI GURU MI MA’ARIF

Briptu Arif berbincang dengan Guru sebelum dimulai jam mengajar

Sekolah adalah salah satu tangan pemerintah untuk mencerdaskan bangsa. Masyarakat yang cerdas sangat berpengaruh terhadap perilaku dan moralitas. Jika perilaku masyarakat baik, moralitas masyarakat baik, maka tugas-tugas Polri akan berhasil dengan baik pula. Sehingga Sekolah dan Polri bisa saling bersinergi bekerja sama.

Madrasah Iptida’iyah Ma’arif  (MI Ma’arif) Desa Ngalian Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, melalui Kepala Sekolahnya, Supriyanto Spdi,  juga ingin mewujudkan  tersebut di atas. Dengan menjalin kemitraan dengan Bhabinkamtibmas Desa Ngalian, Briptu Afif Wahyu Aji Nugroho, SH,  sekolahnya ingin anak didiknya melek hukum dan mengerti apa yang di larang dan diperbolehkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski hanya pembelajaran yang bersifat ringaan-ringan, namun  sejak dini  anak perlu di beri pengetahuan hukum.

BHABINKAMTIBMAS MENJADI GURU MI MA’ARIF

Briptu Arif saat mengajar sedang berinteraksi dengan murid muridnya

Ternyata dengan kehadiran Briptu Afif  Wahyu Aji Nugroho SH,  Senin 5/10/2015 pukul 11.00 Wib,  sebagai Guru,  anak-anak kelas V  MI Ma’arif Desa Ngalian ini begitu antusias, dan terlihat bersemangat memperhatikan pembelajaran tersebut. Pak Guru Briptu Afif ini di beri waktu   satu jam pelajaran. Memberikan materi berupa pengenalan hukum di Indonesia dan penggalian Potensi diri .

Pak Guru Briptu Afif  mengajar di kelas V, semua ada 18 (delapan belas) anak, laki-laki 8 (delapan) anak dan perempuan 10 (sepuluh) anak, sedangkan jumlah siswa dari kelas I hingga kelas VI sebanyak 80 (delapan puluh) anak.  Sedangkan guru pengajar sebanyak 6 (enam) orang.

Supriyanto, Spdi, Kepala Sekolah MI Ma’arif Ngalian, berharap, agar  kemitraan tersebut terus dilanjutkan secara berkesinambungan, di samping sebagai Partisipasi Masyarakat melalui Polri, juga agar anak-anak mengenal tugas-tugas Polri, sehingga Polri makin dicintai rakyat.

( Humas Polsek Kepil).

4 Trackbacks & Pingbacks

  1. good seedbox
  2. trading für anfänger
  3. Invitro Pharamacology
  4. generic ventolin

Comments are closed.