Diduga Tidak Mau Cerai, Suami Tusuk Istri Hingga Tewas

Wonosobo-Seorang suami di Kalikajar tega menganiaya istrinya sendiri hingga meregang nyawa lantaran diduga tidak terima sang istri menuntut cerai. Usai menusuk istrinya menggunakan pisau, sang suami kemudian mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri. Hingga kini, sang suami yang merupakan pelaku masih dalam perwatan intensif dokter di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, sementara sang istri dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kejadian tersebut bermula saat pelaku, Suratman (45 Th) warga Rojoimo Wonosobo mendatangi istrinya Walimah (40 Th), warga Ngadiwongso Kalikajar di sebuah warung makan di Jl. Raya Kertek-Kalikajar, Ngadiwongso pada Kamis (7/12) siang. Di warung makan yang merupakan tempat bekerja korban sebagai pembantu tersebut, keduanya terlibat adu mulut. Hingga akhirnya pelaku gelap mata dan menusuk korban sebanyak 3 kali di bagian dada dan perut menggunakan pisau dapur yang disembunyikannya dibalik jaket. Korban yang kesakitan sempat berlari menyelamatkan diri ke dalam kamar, sementara pelaku berlari keluar. Pelaku kemudian menusuk perutnya sendiri hingga mengakibatkan ususnya terburai. Pelaku akhirnya roboh bersimbah darah didepan warung makan tersebut.
Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan, S.I.K. melalui Kapolsek Kalikajar AKP Haryono mengungkapkan, pihaknya langsung mendatangi TKP setelah mengetahui adanya kejadian tersebut. “Korban dan Pelaku kemudian kami bawa menggunakan mobil patroli polsek ke rumah sakit. Nahas, hanya beberapa saat memperoleh perawatan, korban akhirnya meninggal dunia. Sementara pelaku berhasil diselamatkan,” katanya.
“Korban meninggal dengan 2 buah luka tusukan di dada dan 1 luka tusukan di bagian perut. Korban kemudian dibawa pulang keluarga untuk dimakamkan, sementara pelaku masih tidak sadarkan diri dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo,” lanjut Kapolsek Kalikajar.
Saat disinggung mengenai motif pelaku, AKP Haryono mengatakan pihaknya masih mendalami apa yang sebenarnya menjadi pemicu kejadian tersebut. “Dugaan sementara, dari pemeriksaan beberapa saksi, dikarenakan pelaku masih tidak terima sang istri mengajukan cerai,” terangnya.
“Meskipun pelaku masih dirawat di rumah sakit, kami telah menetapkannya sebagi tersangka atas tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan meninggal dunia sesuai pasal 44 ayat (3) Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT jo pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati,” terang AKP Haryono.
Sementara itu menurut penuturan warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, Slamet, seusai menusuk korban dan berlari keluar, pelaku masih sempat mencoba menghentikan beberapa microbus yang lewat. “Namun tidak ada yang berhenti hingga akhirnya dia jatuh dipinggir jalan sampai dibawa polisi ke rumah sakit,” katanya.