JALUR DIENG PADAT. BEGINI PERJUANGAN POLISI ATUR LALU LINTAS

Hingga berdiri di pembatas jalan Hingga berdiri di pembatas jalan

tribratanewswonosobo.com – Daya tarik Dieng sebagai salah satu obyek wisata favorit ternyata masih menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Hal ini tentu saja menjadikan arus lalu lintas yang melalui Wonosobo menjadi sangat padat. Ditambah lagi jalur alternatif yang tersedia untuk menuju ‘puncak para dewa’ tersebut hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Alhasil, ribuan mobil harus bergerak perlahan untuk mendaki melalui jalur utama. Hal ini tentu saja merepotkan petugas dari Polres Wonosobo dalam melakukan pengaturan arus lalu lintas.

Pasang rambu tambahan

Pasang rambu tambahan

Medan yang sebagian besar merupakan tanjakan dan lebar jalan yang belum lebih dari 9 meter untuk dua jalur, menjadikan polisi harus berpikir dan bertindak ekstra keras guna melancarkan arus. Mulai dari menyiapkan lebih dari 6 kantong rest area mandiri, memasang rambu tambahan hingga menempatkan pagar betis personel yang dilengkapi dengan mobil penarik serta mobil derek.

Seharian atur lalu lintas

Seharian atur lalu lintas

Tidak mudah mengurai kepadatan arus lalu lintas pada jalur tersebut. Setidaknya ada 5 titik rawan kepadatan lalu lintas di sepanjang jalur Dieng. Dimulai dari Pasar Garung, Pasar Kejajar, Gardu Pandang Sitieng, Tanjakan 15 Persen hingga Pertigaan Dieng. Meski di setiap lokasi tersebut stand by personel Polisi, namun banyaknya kendaraan yang lewat, tak urung menjadikan kepadatan arus tetap terjadi. Ditambah lagi dengan adanya pengemudi yang tidak benar-benar memahami medan sehingga mengakibatkan kendaraan yang mereka kemudikan mogok di tengah tanjakan. Hal ini memperparah kepadatan arus lalu lintas dan tentunya memperberat kerja para anggota Polisi.

Buka tutup arus hindari truk yang mogok

Buka tutup arus hindari truk yang mogok

Dari pantauan yang ada di lapangan, para Polisi ini melakukan hampir segala upaya untuk melancarkan arus. Mulai dari menarik kendaraan yang macet, buka tutup arus, hingga berdiri di pembatas jalan untuk mempermudah melihat situasi. Ditengah cuaca dingin yang menusuk tulang, sepanjang hari tanpa kenal lelah mereka berdiri dan mengatur arus lalu lintas. “Dari pagi jam 7 mas. Belum tahu untuk hari ini sampai jam berapa. Kalau kemarin sampai jam 8 malam masih ramai,” kata salah seorang polisi yang ditemui tribratanewswonosobo.com. “Mau bagaimana lagi. Ini resiko tugas yang harus kami terima. Yang terpenting, masyarakat dapat merayakan liburan di Dieng dengan aman dan nyaman,” lanjutnya.

2 Trackbacks & Pingbacks

  1. Petplay
  2. fast seedbox

Comments are closed.