JUDI DISIANG BOLONG DI GREBEK POLISI

JUDI DISIANG BOLONG DI GREBEK POLISI JUDI DISIANG BOLONG DI GREBEK POLISI

Nasip sial dialami oleh lima orang termasuk pemilik rumah tempat bermain judi. Kamis (22/10) dimulai kurang lebih pukul 14.00 Wib sampai dengan kurang lebih pukul 16.00 Wib di sebuah kamar rumah milik Sdr. DARYONO warga Dsn. Mbobos, Ds. Karanganyar, Kec. Sukoharjo, Kab. Wonosobo, telah berlangsung judi jenis Qiu qiu yang dilakukan oleh empat orang masing – masing sdr Irfan Hariri, 28 th, Leksono Wonosobo, Waris, 41 th , Sukoharjo Wonosobo, Tarso, 38 th, Sigaluh Banjarnegara, dan Joko S, 35 th, Sigaluh Banjarnegara serta Daryono, 47 th,  Karanganyar, Kec. Sukoharjo, Kab. Wonosobo sebagai pemilik rumah yang digunakan untuk main judi. Mereka asyik main judi Qiu Qiu dengan uang taruhan mencapai jutaan rupiah. Para tersangka sangat merasakan aman dan nyaman bermain judi karena  difasilitasi oleh sdr Daryono dengan menyewakan salah satu kamarnya yang tertutup rapat dengan menggunakan lampu sebagai penerang. Dengan kondisi yang demikian orang luar tidak akan mengetahui bahwa didalam rumah sedang berlangsung permainan

DSC_0004

Sepandai pandainya mereka mengelabuhi petugas dan masyarakat luar, pada akhirnya tercium juga oleh petugas. Berkat informasi dari masyarakat kepada petugas, (penangkapan) Kamis (22/10) team dari Satreskrim dibawah kendali Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono, SH bergerak cepat menuju ke TKP di Wilayah Kec Sukoharjo Wonosobo. Sesampainya di lokasi, Team langsung menggrebek sebuah rumah yang telah diketahui didalamnya sedang berlangsung judi. Dari penggrebegan yang dilakukan oleh petugas, berhasil diamankan lima orang yang terlibat ( empat orang pemain judi dan seorang pemilik rumah ) berikut barang bukti yang berhasil disita adalah satu set kartu Domino, sebuah meja, kursi kecil dan uang tunai sebagai taruhan Rp 2.817.000,- ( Dua juta delapan ratus tujuh belas ribu rupiah ) serta satu buah lampu sebagai

DSC_0008

Dari perkembangan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik sat reskrim , para tersangka mengakui terus terang bahwa mereka telah bersama sama bermain judi Domino dengan aturan permainan yang mereka telah sepakati. Sebagaimana yang diterangkan oleh Irfan, salah satu tersangka saat menjalani pemeriksaan, yaitu dengan cara kami duduk saling berhadapan dan ditengah-tengah kami terdapat sebuah meja, selanjutnya masing-masing pemain judi meletakkan uang taruhan masing-masing Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) di meja dan salah satu mengocok kartu Domino. Setelah itu yang mengocok kartu Domino, membagikan kartu Domino untuk dirinya sendiri dan 3 (tiga) orang pemain yang lain dalam posisi kartu tertutup (tidak terlihat balaknya), dalam pembagian kartu Domino tersebut masing-masing mendapatkan 3 (tiga) lembar kartu. Selanjutnya kartu yang tidak dibagikan oleh pemain yang membagikan kartu di letakkan tertumpuk di atas meja yang ada di tengah-tengah para pemain dalam posisi kartu terbalik. Selanjutnya masing-masing pemain melihat kartu yang diterimanya. Kemudian saya dan pemain judi yang lain berusaha memperoleh hasil penjumlahan tertinggi dari kartu yang didapatnya/ dipegangnya, bilamana masih berani mengambil kartu diperbolehkan dengan urutan saya yang mengocok kartu dilanjutkan searah jarum jam.” Terang

DSC_0015

Menurut keterangan para tersangka, mereka  sudah bermain judi sebanyak kurang lebih 20 kali (dua puluh kali) putaran dengan nilai taruhan masing-masing Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) sehingga jumlah taruhan dimasing-masing putaran sejumlah Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah). Dan pada saat Anggota Kepolisian datang kami sedang memulai lagi putaran permainan judi Qiu-qiu. Sedang sdr Daryono sebagai pemilik rumah mendapatkan uang sewa Rp 200.000,- ( dua ratus ribu rupiah ) dan sudah diberikan kepada yang bersangkutan.

Dari pemeriksaan Daryono selaku pemilik rumah diketahui bukan kali ini saja tempatnya di gunakan untuk tempat bermain judi, Daryono mengetahui bahwa kamar kosong yang dia sewakan digunakan untuk bermain judi. Terungkap bahwa kebiasaan bermain judi berawal saat Daryono membuka warung di depan rumah, dari situ banyak tetangga maupun teman-temannya ngumpul, dimulai dari cagak lek main domino. Seingat daryono sudah lima kali tempatnya untuk bermain Domino. Saat digrebek Daryono mengaku mendapat imbalan/sewa tempat masing-masing pemain memberikan uang sewa Rp. 50.000.- Daryono mengaku baru Kali ini mendapat imbalan karena baru kali ini taruhan.

DSC_0002

Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah SH SIk MHum melalui kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono SH, ketika ditemui tribratanewswonosobo.com Selasa 3 Nopember 2015 mengatakan, setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka, para tersangka langsung dibawa ke Polres Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Lebih lanjut Suharjono menjelaskan bahwa mereka diperiksa  sebagai Tersangka dalam perkara tindak pidana Perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 303 KUH Pidana atau Pasal 303 bis KUH Pidana, dan saat ini para tersangka masih menghuni sel tahanan Polres Wonosobo guna menjalaani proses penyidikan lebih lanjut. Ditambahkan juga himbauan kepada masyarakat wonosobo agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika dilingkungannya atau mengetahui adanya tindak pidana atau hal – hal yang meresahkan, mengganggu keamanan, ketertiban masyarakat, imbuh Suharjono.

2 Trackbacks & Pingbacks

  1. slave
  2. Corporate Event Managers in Hyderabad

Comments are closed.