Kapolsek Kepil Polres Wonosobo Ingatkan Bahaya Longsor Susulan

Pasca kejadian longsor yang menutup akses jalan Wonosobo-Magelang lewat jalur Ropoh-Pulosaren pada Senin (18/12) malam, Kapolsek Kepil, Iptu Muji Darmaji kembali mengingatkan akan adanya bahaya longsor susulan. Meski tidak mengakibatkan korban jiwa, longsor kemarin sempat memutus total jalur alternatif Wonosobo Magelang.

Ditemui seusai selesainya proses evakuasi, Kapolsek Kepil mengungkapkan jalur tersebut memang merupakan salah satu titik rawan longsor. “Meski merupakan jalur milik propinsi, namun kondisi kanan dan kiri jalan sangat tidak mendukung. Sebelah kiri dari arah Wonosobo merupakan tebing, sedangkan sebelah kanan merupakan jurang.  Ditambah lagi kontur tanah di kedua sisi sangat labil karena berupa tanah merah dan batu,” jelas Kapolsek.

Untuk langkah selanjutnya, Kapolsek Kepil menegaskan telah melakukan koordinasi dengan stakeholder yang ada untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Perum Perhutani sebagai pemilik lahan, Binamarga Propinsi sebagai pengelola jalan serta Pemerintah Desa Pulosaren agar secepatnya menetukan formula yang tepat untuk mengatasi permasalahan longsor di jalur ini,” tegasnya.

Sementara itu, menurut salah satu warga sekitar, Urip, kejadian longsor tersebut sudah terjadi berulang-ulang kali. “Selama tahun ini, sudah lebih dari 25 kali mungkin. Meski sebagian besar longsor kecil dan tidak menutup jalan, namun tetap menutup aliran irigasi menuju desa kami,” katanya. “Semoga masalah ini cepat teratasi. Apalagi jalur ini sudah mulai ramai dilewati pengguna jalan. Banyak warga dari Wonosobo atau Banjarnegara kalau mau ke Magelang lewat jalur ini. Karena selain jalannya sudah halus, pemandangannyapun sangat bagus,” ungkap Urip. (Rahmad ZaZg)