KERASNYA PROFESI TAK HARUS HILANGKAN SISI MANUSIAWI SEORANG POLISI

tribratanewswonosobo.com – Kerasnya profesi polisi yang harus bergelut dengan para pelaku kejahatan tak harus menghilangkan sisi manusiawi dari setiap personelnya. Kewajiban untuk siap setiap saat melayani masyarakat, 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu menjadikan kesempatan ‘me time’ para anggota korps Bhayangkara ini nyaris tidak ada.

Korlap Aksi Juga diajak Selfie

Korlap Aksi Juga diajak Selfie

Namun jangan salah. Hal ini bukan berarti mereka kehilangan sisi manusiawinya. Juga karena tuntutan sebagai polisi sipil yang bebas dari sikap dan perilaku yang kemiliteran, saat ini mereka akan lebih mudah tersenyum dan bergaul dengan masyarakat.

Membagikan mainan kepada anak - anak yang ikut orang tuanya berunjuk rasa

Membagikan mainan kepada anak – anak yang ikut orang tuanya berunjuk rasa

Contohlah Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum. yang bahkan ditengah pengamanan unjuk rasa, Kapolres termuda di jajaran Polda Jawa Tengah ini masih sempat mengajak Korlap dan peserta unjuk rasa untuk berselfie ria. Bahkan anak-anak yang ikut orang tuanya berdemonstrasi dibelikan mainan. ( baca beritanya ). Bukan hanya kepada warga masyarakat saja, setiap bulan, Kapolres merayakan secara massal ulang tahun anggotanya ( baca juga beritanya ). 

download (1)

Setiap pagi, sembari kontrol anggota yang melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, Kapolres Wonosobo juga secara rutin menyambagi warga masyarakat disekitarnya. Bahkan tidak jarang, saat menemukan warganya yang kurang beruntung, Kapolres Wonosobo langsung memberikan bantuan.

IMG_0089

Sisi manusiawi juga tampak dari anggota polisi yang tampil ‘stylish’. Tak jarang kita melihat Polantas yang sedang bertugas mengenakan kacamata beraneka warna. Namun bukan tanpa tujuan. Jauh dari kesan ingin tampil mewah, mereka punya alasan sendiri kenapa berdandan seperti itu. “Kalau pakai kacamata, jadi nggak silau. Sehingga memudahkan saat mengatur lalu lintas,” tutur salah seorang Polantas yang pernah ditemui tribratanewswonosobo.com.

WhatsApp-Image-20160711 (11)

Dan bukan hanya Polantas saja. Lihat juga Bhabinkamtibmas Desa Kaligowong yang merupakan desa terjauh dari Polres Wonosobo, Brigadir Arwan Syafiq. Tampil ‘stylish’  dengan rompi dan kumis yang tercukur rapi, anggota polisi yang satu ini secara rutin menyambangi warga binaannya. ( baca beritanya ).

IMG-20160805-WA0004

Selain dari penampilan saat melaksanakan tugas, sosial media juga menjadi salah satu sarana untuk melihat sisi manusiawi polisi. Beberapa anggota Polres Wonosobo juga aktif mengupdate lewat beberapa jenis sosial media. Bahkan tidak sedikit warga masyarakat yang mengikuti aktivitas para anggota Polisi ini.

WhatsApp Image 2016-08-09 at 09.27.21

 

Namun bukan berarti mereka juga bebas mengumbar sisi kemanusiawiannya. Kapolres Wonosobo melalui Kasubbag Humas AKP Agus Priyono, S.H. menuturkan bahwa Polisi memang memiliki kebebasan untuk menunjukkan sisi manusiawinya. “Namun bukan berarti sebebas-bebasnya. Ada koridor tertentu yang harus dipatuhi dan dijaga. Karena kami sebagai abdi masyarakat juga harus memberikan contoh yang baik, utamanya dalam bersikap, berpenampilan dan berperilaku. Jangan menimbulkan jarak dengan masyarakat” katanya.

PNS juga bersedia menuliskan harapannya kepada Polri

“Seperti di sosial media. Setiap Polisi bebas memiliki akun sosmed. Namun dalam pemanfaatannya harus lebih bijak. Tidak boleh menonjolkan kemewahan, gaya hidup yang berlebihan, atau bahkan membuat tulisan yang menyinggung orang atau instansi lain,” lanjutnya. “Dan untuk setiap pelanggarannya, kami akan lakukan penindakan internal dengan hukuman mulai administratif berupa penundaan kepangkatan atau gaji hingga penempatan di ruang khusus,” terang AKP Agus.

3 Trackbacks & Pingbacks

  1. get seedbox
  2. DMPK Services
  3. zdporn.com

Comments are closed.