May Day : Buruh dan Polsek Kepil Baksos Menutup Jalan Berlubang

May Day : Buruh dan Polsek Kepil Baksos Menutup Jalan Berlubang May Day : Buruh dan Polsek Kepil Baksos Menutup Jalan Berlubang

Tribratanewswonosobo.com-Gegap gempita May Day di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo tidak diperingati dengan Demonstrasi ramai-ramai di Gedung DPRD atau arak-arakan sepanjang jalan untuk menuntut sesuatu. Tetapi diperingati dengan aksi nyata berupa Bhakti Sosial, Selasa 3/5 ,  bersama 16 anggota Polsek Kepil yang dipimpin Kapolsek Kepil AKP Surahkman, dilakukan pengurugan lubang jalan Raya Desa Kagungan hingga perbatasan Magelang sepanjang 2, 85 Km.  Jalan raya yang rusak parah, penuh lubang itu, ditutup dengan Sirtu (Pasir Batu).

WhatsApp-Image-20160503 (13)

Sebagaimana diberitakan di tribratanewswonosobo.com (klik disini),  bahwa jalan alternatif Silento-Magelang diprotes komunitas sopir dan warga karena jalan rusak parah tak kunjung diperbaiki dengan aksi memasang banner dan pamflet  ” Anda memasuki Tempat Wisata Jeglongan ” , maka Bhaksos kali ini adalah untuk menjawab keluhan pengguna jalan. 

WhatsApp-Image-20160503 (8)

Kapolsek Kepil AKP Surahkman menyatakan,” Ada enam prinsip tugas dari Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah. S.H., S.I.K., M.Hum. adalah tanggungjawab, peka, responsif, detail, semangat dan iklas,  harus diimplementasikan di lapangan. Artinya adalah Polisi harus bertanggungjawab terhadap situasi wilayahnya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Polisi Wonosobo harus peka terhadap keluhan masyarakat dan kemudian meresponnya serta memecahkan permasalahannya. Dalam bertindak harus detail, terencana dengan baik, teliti dan mendahulukan kepentingan masyarakat dan semua dikerjakan dengan semangat dan iklas, ” jelas Kapolsek Kepil dalam Arahan menjelang Bhakti Sosial, ”  Bhakti Sosial ini adalah untuk menjawab keluhan masyarakat , disamping untuk mengurangi korban kecelakaan lalu lintas, perbaikan penutupan lubang jalan adalah untuk menunggu proses lelang pengaspalan jalan sekitar dua atau tiga bulan lagi,   ” sambungnya. 

WhatsApp-Image-20160503 (1)

Khusainudin, 48 thn, Buruh Showmill yang ikut Bhakti Sosial menyatakan, ” Ngapain pak pada Demo yang kadang malah anarkis, kita ini ya tetap jadi buruh, mendingan kita tetap kerja yang barokah sambil beribadah, jika akan menyampaikan aspirasi  ada saluran yang lebih santun. Yang penting semua dijalani dengan iklas, enak dihati pak ! ”

 

Bhakti Sosial pengurugan lubang jalan di jalan alternatif  Silento – Magelang  ini ternyata mendapat respon luar biasa dari para sopir  dengan mangacungkan jempolnya,  dan hebatnya lagi masyarakat kanan kiri jalan tanpa dikomando menyuguhkan minuman dan makanan dan buah-buahan.  Bhaksos sejak pukul 08.30 sampai dengan 15.00 Wib. ( Lis )

WhatsApp-Image-20160503 (19)

5 Trackbacks & Pingbacks

  1. Menutup Jalan Berlubang : Semoga Lelahku Menjadi Berkah | Tribrata News Polisi Resor Wonosobo
  2. GVK BIO
  3. DMPK Studies
  4. Bdsm
  5. friv 2

Comments are closed.