OPERASI PUPUK BERSUBSIDI

OPERASI PUPUK BERSUBSIDI OPERASI PUPUK BERSUBSIDI

Akhir bulan Mei 2015 yang lalu, jajaran Sat Reskrim Polres Wonosobo telah  melakukan penyidikan terhadap seorang tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana yang berkaitan dengan penyelewengan pendistribusian pupuk bersubsidi diwilayah kecamatan Kertek kab. Wonosobo. Berkat informasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam rangka ikut mengawasi dan ikut menjaga stabilitas ekonomi wilayah Wonosobo kususnya, Jajaran Sat Reskrim kembali  mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi penyelewengan pendistribusian pupuk di wilayah Kecamatan leksono. Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP SUHARJONO, S.H., langsung bergerak cepat dengan memerintahkan anggotanya yang dipimpin oleh Kanit II Sat Reskrim   Ipda Trubus Widodo untuk melakukan penyelidikan berkaitan dengan laporan masyarakat tentang adanya pelanggaran terhadap Pasal 6 ayat (1) huruf b UU Darurat RI Nomor 7 thn 1955 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan Tindak Pidana  Ekonomi jo Psl 30 ayat (3) juga Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 15 / M-DAG / PER / 4 / 2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi sektor pertanian. Yang terjadi di wilayah Kecamatan Leksono.

Minggu Tanggal 31 Mei 2015 sekitar pukul 08.00 wib setelah mendapatkan laporan, Ipda Trubus Widodo beserta anggota unit Tipidter melaksanakan patroli dan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran informasi dari masyarakat tentang adanya toko pertanian penjual pupuk bersubsidi yang terindikasi bukan merupakan pengecer resmi. Setelah menemukan lokasi toko yang dicurigai, petugas langsung mendatangi toko pertanian tersebut. Petugas meminta keterangan kepada pemilik toko dan melakukan pemeriksaan terhadap barang dan dokumen dokumen yang dimiliki yang kaitannya dengan pupuk. Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, di ketahui  toko pertanian tersebut Menjual pupuk bersubsidi  dengan jenis Urea, ZA, Phonska dan SP 36.  Diketahui pemilik kios tersebut adalah sdr. BISRI ALFAN yang beralamat di Ds. Wonokerto Kec. Leksono Kab. Wonosobo. Setelah dilakukan intrograsi awal kepada pemilik toko  berkaitan dengan dokumen perizinan, sdr Bisri Alfan tidak bisa menunjukkan surat izin sebagai pengecer resmi pupuk bersubsidi dan bukan merupakan penyalur resmi pupuk bersubsidi sektor pertanian di kec. Leksono.

Menurut Keterangan saksi TOYO SUPRAPTO selaku perangkat Desa Wonokerto Kec. Leksono menjelaskan bahwa  Sdr. BISRI ALFAN tidak termasuk dalam Kelompok Tani NGUDI MULYO atau Kelompok Tani yang lain karena Sdr.BISRI ALFAN tidak punya lahan pertanian. Menurut keterangan saksi, mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi dari Kelompok Tani  kepada anggotanya dengan cara sebelumnya  mengajukan RDKK, anggota kelompok tani dikumpulkan untuk mengetahui siapa saja yang sedang membutuhkan pupuk bersubsidi, kemudian saksi mengajukan RDKK kepada PPL (Petugas Penyuluh Lapangan), selanjutnya pembelian pupuk bersubsidi bagi semua Kelompok Tani di Dusun/Desa Wonokerto Kec. Leksono Kab. Wonosobo dilayani oleh pengecer resmi pupuk bersubsidi yang telah ditunjuk. Menurut keterangan saksi Sdr.BISRI ALFAN bukan merupakan pengecer resmi pupuk bersubsidi, karena setahu saya (saksi) pengecer pupuk bersubsidi di wilayah Kec.Leksono yaitu UD.KURNIA, Kios YASIN, dan Toko Pertanian LANCAR TANI, namun saya tidak tahu siapa pemiliknya.

Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum. melalui Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono, S.H.  mengungkapkan,  untuk melengkapi proses penyidikan, Sat Reskrim menyita barang bukti berupa pupuk Urea 14 Sak @50 Kg, ZA 3 Sak @50 Kg, SP36  1 Sak @50 Kg dan Phonska 10 Sak @50 Kg. semoga wonosobo bebas kelangkaan pupuk, lanjutnya.

4 Trackbacks & Pingbacks

  1. Dungeon
  2. DMPK Services
  3. navigate to these guys
  4. zdporn

Comments are closed.