PENUH KEAKRABAN , KAPOLRES WONOSOBO MENYATU DENGAN ANGGOTANYA

PENUH KEAKRABAN , KAPOLRES WONOSOBO MENYATU DENGAN ANGGOTANYA PENUH KEAKRABAN , KAPOLRES WONOSOBO MENYATU DENGAN ANGGOTANYA

Sikap ambivalen masyarakat terhadap Polri sering terjadi.  Di sisi lain membenci, di lain pihak membutuhkan.  Ada yang membenci, karena tidak ada orang yang mau di tindak, apalagi di upaya paksa, meski pada dirinya sadar bahwa ada kaidah hukum yang di langgar. Terkadang, sikap liberalistik masih melekat pada diri seseorang, tanpa mau tahu bahwa di dalam bernegara,  ada aturan-aturan yang harus dipatuhi.  Dan ada yang membutuhkan Polri, karena pada dirinya butuh ketenangan,  keamanan dan kenyamanan.  Keamanan ternyata      “  kebutuhan dasar”  dalam kehidupan yang sejahtera, sehingga keamanan sangat dibutuhkan di semua strata.

Reformasi Polri telah begitu banyak merubah sikap, perilaku dan mental Polri. Wajah Polri sekarang sudah berubah. Di sana sini telah berbenah, sehingga  menjadi sosok Polri yang humanis, melayani, mengayomi, melindungi  dan penegak hukum. Sekarang Polri jauh dari kesan sangar dan menakutkan. Polisi adalah sahabat rakyat, karena memang lahir dari rakyat.

Polisi bagai pedang bermata dua,  itulah yang kadang timbul dari penegakan hukum. Dimana mata pedang dijatuhkan, maka disitu ada yang terluka. Puas dan tidak puas, sakit dan tidak sakit, adalah sangat tergantung pada pelayanan.  Jika pelayanan Polri dilakukan dengan baik dan humanis, maka akan meminimalisir kekecewaan.  Itulah,  bentuk dari revolusi mental yang sedang digalakan oleh Pimpinan Polri.

Ambang gangguan pagi, Penjagaan, pengaturan dan ketertiban Lalu Lintas, Quick Win kecepatan dan ketepatan melayani berbagai laporan,  Patroli pemukiman dan perkotaan , kecepatan dan ketepatan dalam penyidikan, pembinaan penyalahgunaan Narkoba,  pemantauan radikalisme dan terorisme, penjagaan obyek vital, dll, adalah sedikit contoh  bentuk-bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Sadar atau tidak sadar,  pelayanan tadi  sekarang sudah dirasakan betul oleh masyarakat.

Begitulah, apa yang telah dilakukan  Kapolres Wonosobo AKBP  Aziz Andriansyah, SH, SIK, Mhum. terhitung mulai tanggal 13 mei 2015 AKBP Azis menjabat Kepala Kepolisian Resor Wonosobo Semua program-program Polri telah dijalani dan diteruskan kepada semua anggotanya. Dengan berbagai inisiatif dan kegiatan positif,  Kapolres Wonosobo ikut terjun langsung  memimpin berbagai kegiatan. Dengan sikap Tut Wuri Handayani, tak sungkan-sungkan berada di tengah-tengah anggotanya untuk bersama-sama bekerja. Mau tidak mau, anggota dengan kesadaran dan rasa senang, mampu menunjukan kinerja yang maksimal.

DSC_0208

Di atas tadi adalah salah satu bentuk pelayanan Kapolres Wonosobo kepada anggotanya.  Antara atasan dan bawahan tidak ada sekat dalam bekerja. Bekerja tidak ditekan-tekan , tetapi muncul dari kesadaran sendiri yang merupakan kewajiban.  Dengan keakraban,  Kapolres Wonosobo menyatu dengan anggotanya.  Kepada yang berprestasi, di beri Reward dan yang melanggar berat di beri punishman.

Kapolres Wonosobo, Azis Andriansyah, SH, SIK, Mhum, di sela-sela pemberian santunan yatim piatu di Panti Asuhan Azz Fahra Kepil baru-baru ini, menyiratkan dan menunjukan sikap tersebut di atas.  Setidaknya, telah menunjukan pada anggotanya bahwa dengan masyarakat harus melayani.

(Humas Polsek Kepil)

4 Trackbacks & Pingbacks

  1. GVK BIO
  2. Corporate Event Managers in Hyderabad
  3. videos
  4. Bdsm

Comments are closed.