POLISI BERSAMA PARA PEJUANG DEMOKRASI INI BERJUANG KAWAL KOTAK SUARA HINGGA KE PPK

POLISI BERSAMA PARA PEJUANG DEMOKRASI INI KAWAL KOTAK SUARA KE PPK POLISI BERSAMA PARA PEJUANG DEMOKRASI INI KAWAL KOTAK SUARA KE PPK

Mungkin ditengah kekisruhan proses demokrasi di Indonesia, hal ini patut dijadikan referensi. Bahwa masih ada masyarakat yang peduli akan proses demokrasi agar tetap berjalan secara baik. Adalah di wilayah Kecamatan Wadaslintang tepatnya PPS bersama Polmas Desa Kumejing Bripka Nur Wachid yang bahu membahu mengawal kotak suara ke PPK Wadaslintang melalui jalur yang berat sehari setelah pemungutan suara (10/12) pagi.

"Jalur Kerbau" yang harus dilintasi

“Jalur Kerbau” yang harus dilintasi

Perjuangan membawa 6 buah kotak suara ini harus melewati jalan yang lebih tepat disebut “jalur kerbau” untuk memastikan kotak suara aman sampai di PPK. “Kotak suara ini seharusnya diantar kemarin (9/12) sore. Namun kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, terpaksa kita baru bisa kawal pagi ini.” ungkap Bripka Nur Wachid. “Sebenarnya ada jalur lain yaitu menggunakan perahu tempel melintasi waduk. Namun kesulitannya adalah tidak adanya anggaran sewa kapal dari PPS. Sehingga kami dan para pejuang demokrasi yang anda lihat ini yang akhirnya membawa melalui jalur darat.” lanjutnya.

Kerjasama agar tidak jatuh

Kerjasama agar tidak jatuh

Dari hasil pantauan selama proses pengawalan kotak suara ini, petugas polri dan PPS harus berjuang ekstra keras untuk menaklukkan jalur tersebut. Bahkan ada petugas PPS yang jatuh bangun menaiki motornya. “Jalur ini belum pernah tersentuh aspal. Dari saya kecil sampai sekarang ya masih tanah seperti ini. ” ungkap salah seorang anggota KPPS. “Jadi kalau musim hujan seperti ini menjadi sangat licin dan sulit dilewati.” kanjutnya.

Dorong sekaligus jaga keseimbangan

Dorong sekaligus jaga keseimbangan

Setelah melewati perjalanan hampir 2 jam, kotak – kotak suara tersebut sampai di PPK Wadaslintang. Senyum sumringah langsung tampak di wajah – wajah lelah mereka. “Akhirnya sampai juga” teriak Bripka Nur Wachid sembari diiringi tawa penuh kelegaan.

Ups... nyaris jatuh

Ups… nyaris jatuh