Polres Wonosobo Amankan 2 Warga Negara Nigeria Dalam perkara Penipuan Online

Sat reskrim Polres Wonosobo berhasil mengungkap penipuan online yang melibatkan 2  WNA dan 2 WNI dengan kerugian mencapai 15 M dengan korban sdri.Tanti A.G warga masyarakat Wonosobo. Rabu ( 08/08/2018 )

Kapolres Wonosobo Akbp Abdul Waras S.I.K melalui kasat Reskrim Akp Heriyanto mengungkapkan “ bermula dari perkenalan melaui medsos FB di bulan Agustus 2017 antara korban dengan sdr.ERIK yang mengaku warga Negara Jerman yang sampai saat ini masih buron selanjutnya bertukar nomor WhatsApp untuk menjanjikan berinvestasi membuat hotel di Wonosobo dengan alasan sdr.Erik sudah menjual rumahnya di melbourne Australia dengan harga 75.000.000.000. dan uang tersebut ditahan di bandara Soekarno hatta.

Dengan alasan tersebut sdr.Erik meminta korban untuk selalu mengirimkan sejumlah uang ke rekening atas nama Wisnu Bakti dan Yaniar Galuh Kindiana sebagai tebusan untuk  mengambil uang kemudian terjadilah pertemuan antara korban dan tersangka 2 WNA di Jakarta dengan menunjukan uang dolar ke korban. Setelah di tunggu tunggu sekian lama akan tetapi tidak membuahkan hasil dan korban baru menyadari di tipu ahirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Wonosobo “.

Dengan kejadian tersebut Kasat Reskrim Akp Heriyanto dengan beberapa anggotanya bergerak mengecek kedua rekening tersebut di Banten dan melakukan penangkapan terhadap sdr.Wisnu Bakti,sdri.Yaniar Galuh Kindiana, sdr.BABATUNDE IKECHUKWU OJO  warga Negara Nigeria  dan sdr.DWEH ARCHIE WARGA Negara Liberiberia. “ kami melakukan pengecekan ke sejumlah rekening ke beberapa bank yang terkait masalah tersebut “dan benar korban melakukan transaksi ke rekening tersebut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatnya tersangka di jerat dengan pasal 45 A Ayat 1 Jo Pasal 28 Ayat 1 UU RI No 19 TH 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang ITE Dengan ancaman 6 Tahun penjara dan denda paling banyak 1.000.000.000 dan pasal 378 KUHP Jo Pasal 56 Ayat 1 KUHP Dengan ancaman 4 Tahun penjara. tutup Kasat reskrim.