Polres Wonosobo Amankan Pelaku Pencurian dan penculikan

Anggota Unit Opsnal Polres Wonosobo berhasil mengamanakan pelaku penculikan seorang perempuan yang beralamat di Dsn Bumi Godean Wonolelo Wonosobo. Kamis 10/1

Pelaku di amanakan Anggota Sat Reskrim Polres Wonosobo saat hendak mengambil barang barang milik Korban yang berada di rumahnya di Dsn Bumi Godean. Dari identitas  pelakuk penculikan tesebut bernama Farhan berlamat di dsn Kajen Klaten.  Dari keterangan pelaku, Pelaku memelakukan aksinya dengan di bantu 3 (tiga ) orang temanya yang bernama Rizal, Monico, dan Ahmad yang beralamat di Kabupaten Wonosobo.

Menurut keterangan Korban para pelaku masuk kedalam  rumah dengan mengedor gedor pintu garasi, setelah di persilahkan masuk dan para pelaku menanyakan suami korban dan di jawab tidak ada Kemudian salah satu pelaku memecahkan kaca lemari dan di ikuti pelaku lainya serta mengambil barang barang milik korban yang ada di dalam lemari tersebut. Tak puas dengan barang barang tersebut para tersangka memaksa korban untuk ikur masuk kedalam mobil. Di dalam mobil para pelaku menakut nakuti korban dengan menggunakan senjata api agar korban mau memberi tau keberadaan suaminya.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Heriyanto S.H., M.H mengatakan, terungkapnya para pelaku ini karena sempat ada vidio penculikan yang beredar yang selanjutnya kami tindak lanjuti dan berhasil mengamankan para pelaku. Menurut pengakuannya para pelaku melakukan aksi penculikan, pencurian dan pengrusak karena para pelaku kesal  dengan suami korban tidak menepati janjinya membayar hutang sebesar 300 juta.

Untuk barang bukti yang di amankan berupa 1 buah senjata api jenis FN merk browing Hi Power Automatic kaliber 9 Mm buatan berlia beserta  1 buah magazin yang berisi dua buah amunisi, 1 Buah Softgun, 1 Unit mobil Toyota Fortuner nopol B 1660 ZJA, 1 Potong jaket kulit jeans warna biru, 1 Set audio speker merk dzuma, 1 jam tangan warna kuning merk xergy.  Terang AKP Heriyanto

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya para pelaku di jerat dengan pasal 328 KUHP dengan ancaman pidana penjara 12 tahun penjara dan pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun penjara.