Polres Wonosobo : Catatan Eko Rahmad ZaZg. Menuju Portal Polri Sebagai Rujukan Media

Polres Wonosobo – Dalam 2 tahun terakhir, pemanfaatan portal web online sebagai salah satu sarana untuk mempublikasikan keberhasilan Polri semakin disadari. Melalui sebuah portal online, hasil kegiatan Polri dapat segera diketahui oleh masyarakat luas hanya dalam hitungan detik. Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan media konvensional yang harus menunggu pagi atau sore hari untuk terbit.

Hingga akhirnya munculah berbagai portal media milik Polri, mulai dari tribratanews.com milik Mabes Polri tribratanews…….com (baca : tribratanews titik-titik dot com) milik satuan kerja dibawahnya. Pada akhir 2016, permasalahan tentang penggunaan .com (baca : dot com) mulai muncul. Hasil audit internal menemukan bahwa penggunaan anggaran DIPA untuk portal .com merupakan sebuah kesalahan. Karena sebagai instansi, portal resmi yang digunakan seharusnya berupa goverment yaitu .go.id (baca : dot go dot id). Sedangkan portal .com hanya digunakan untuk komersiil oleh lembaga pencari laba.

Setelah itu, Mabes Polri kemudian melakukan migrasi data dari portal .com menjadi portal .polri.go.id. Hal serupa juga diminta dilakukan oleh Polda maupun Polres jajaran dengan alasan untuk mendapatkan anggaran sesuai DIPA. Namun hal yang perlu disadari bahwa ending sebuah berita adalah masyarakat pembaca. Sedangkan masyarakat pada umumnya akan lebih familiar dengan .com daripada .polri.go.id. Selain itu, banyaknya portal tribratanews yang sudah dimiliki seluruh Polda dan bahkan hampir semua Polres jajaran, akan sedikit membingungkan masyarakat. Apalagi beritanya juga sama, ulasan yang sama dan penulisnya yang sama pula.

Oleh karenanya, kenapa portal tribratanews tidak lebih dikelola dengan professional saja. Seperti portal professional detik.com atau vivanews.com. Dengan 1 portal milik Mabes Polri. Struktur kepengurusannya juga jelas. Mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur Harian hingga kontributor yang bisa diisi oleh anggota Humas di seluruh Jajaran Polres. Sehingga masyarakat mempunyai rujukan media yang jelas untuk mendapatkan informasi tentang Polri. Hanya ada 1 Tribratanews. Bukan seperti sekarang yang masih terpecah-pecah.

Penulis beranggapan langkah ini akan sangat efektif jika berkaca pada tujuan utama Polri sebagai sumber berita dan Tribratanews sebagai rujukan media. Namun yang terjadi sekarang, banyaknya portal tribratanews yang lain, seolah-olah justru digunakan hanya sebagai cybertroop tanpa koordinasi yang jelas untuk menekan berita negatif. Namun jika itu benar, kenapa masing-masing Tribratanews hanya memuat kegiatan yang Kesatuan mereka lakukan? Tanpa ada satu gerakan yang jelas untuk mengcounter isu negatif tentang Polri yang berkembang saat ini.

Atau portal online yang dimiliki tiap-tiap Polres hanya digunakan untuk sarana laporan kepada pimpinannya tanpa memandang tujuan sebenarnya peruntukan berita. Hingga akhirnya berlomba membuat tribratanews masing-masing yang berisi pemberitaan yang tak ubahnya buzzer.

Untuk menjadi portal Polri yang menjadi rujukan media, menurut penulis akan sangat sulit dilakukan. Mengingat aturan dari dewan pers untuk media massa sangatlah ketat. Mulai dari ijin penerbitan media hingga standar kompetensi penulis yang harus dipenuhi. Dan hal tersebut tidak ada pengecualian. Termasuk portal milik Polri juga harus memenuhi sederet aturan tersebut. Sehingga jika ingin, Tribratanews menjadi sebuah portal berita yang diakui dewan pers, pengelolaan tribratanews harus benar-benar professional.

Jika hal tersebut sulit, setidaknya masih ada tujuan lain yang bisa dicapai yaitu memberikan pemberitaan yang up to date kepada warga masyarakat tentang keberhasilan Polri. Akantetapi perlu diperhatikan pula, yang dibutuhkan masyarakat adalah tetap berupa berita yang professional dan sesuai dengan perkembangan situasi terkini. Tentunya dengan keindahan publikasi dengan tidak mengabaikan fakta. Bukan hanya buzzer semata.

Semoga kedepan, portal tribratanews semakin maju. Jika memang belum bisa menjadi rujukan wartawan untuk pemberitaan, sertidaknya bisa menjadi rujukan masyararakat untuk memperoleh info tentang polisi.

3 Trackbacks & Pingbacks

  1. Petplay
  2. binaural
  3. www.cpns2016.com

Comments are closed.