POLRES WONOSOBO DALAMI PENEMUAN DUGAAN BAHAN PELEDAK DI ANGKUTAN UMUM SAPURAN – MAGELANG

Polisi dalami penemuan dugaan bahan peledak di Sapuran Polisi dalami penemuan dugaan bahan peledak di Sapuran

tribratanewswonosobo.com – Jajaran Polres Wonosobo masih mendalami penemuan dugaan material bahan peledak yang tertinggal di dalam mikrobus Galih Putra jurusan Sapuran – Salaman – Magelang. Material yang terbungkus dalam paket itu diduga tertinggal oleh seorang penumpang yang menaiki mikrobus tersebut di Wilayah Tanjunganom Mertoyudan dan turun di Terminal Tidar Magelang.

Hal itu diungkapkan oleh kernet bus Solikin yang membantu menaikkan penumpang ke dalam busnya, Minggu (24/1). “Yang jelas laki – laki. Saya lupa wajahnya seperti apa. Penumpang itu membawa 2 bungkus paket dan duduk di kursi belakang sopir. ” terangnya. “Saat turun, sepertinya dia terburu – buru karena sudah pukul 4 sore. Saya sendiri baru menyadari kalau ada barang yang tertinggal setelah bus kembali menuju Sapuran.” lanjut Solikin.

Petugas Satreskrim menunjukkan barang bukti dugaan bahan peledak

Petugas Satreskrim menunjukkan barang bukti dugaan bahan peledak

“Selama 2 hari, barang itu tetap berada di tempatnya. Sembari berharap si pemilik mengambil. Namun ternyata hingga Rabu (27/1) siang tidak ada kabar dan akhirnya saya beserta beberapa awak bus lain berinisiatif membukanya.” terangnya. “Setelah mengetahui ternyata barang tersebut mencurigakan, kami langsung lapor ke Polsek Sapuran” ujar Solikin.

Petugas Polsek Sapuran yang menerima laporan langsung bergerak cepat dan mengamankan paket mencurigakan itu di Mapolsek Sapuran. Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum yang memimpin langsung pengamanan barang tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya masih memastikan jenis barang tersebut. “Di dalam kardus ditemukan 3 bungkus plastik yaitu 1 bungkus plastik seberat 0,505 Kg diduga sebagai Black Powder atau lebih dikenal sebagai bubuk mesiu, 1 bungkus plastik seberat 2,015 Kg diduga sebagai potassium nitrat serta 1 bungkus plastik seberat 2,025 Kg diduga sebagai sulfur atau belerang.” kata Kapolres.

“Untuk sementara kami belum dapat menentukan. Barang itu sudah kami kirim ke Puslabfor Semarang guna memastikan jenis barang tersebut maupun kegunaannya.” Kata Kapolres. “Sekarang yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan Polres Magelang karena penumpang yang diduga membawa barang tersebut naik di wilayah Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang.” lanjut AKBP Azis.

“Selain itu kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng maupun Polres Sukoharjo karena dalam bungkusan paket itu tertera sebuah alamat yang ada di wilayah sukoharjo.” terangnya. “Untuk kernet maupun sopir bis sendiri masih kami nyatakan sebagai saksi dan telah kami ambil keterangannya. Untuk memastikan siapa yang sebenarnya membawa paket itu, kita lihat saja perkembangannya. Termasuk apakah ini ada hubungannya dengan teroris atau tidak nanti akan kita sampaikan setelah proses penyelidikannya selesai.” lanjut Kapolres.

Petugas menggelar barang yang diduga bahan peledak

Petugas menggelar barang yang diduga bahan peledak

Sementara itu, saat disinggung tentang himbauan kepada masyarakat jika menemukan barang yang mencurigakan, Kapolres mengatakan bahwa sebaiknya apabila barang tersebut berupa bungkusan tertutup adalah jangan dibuka dan biarkan di tempatnya. “Selanjutnya langsung lapor ke polisi terdekat. Biar nanti polisi yang akan mengambil tindakan. Yang jelas saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Jangan sungkan lapor polisi jika mengetahui hal yang mencurigakan atau melanggar hukum. Bersama kita bisa menciptakan situasi aman disekitar kita.” himbau Kapolres.

lihat videonya disini !!!

3 Trackbacks & Pingbacks

  1. Temuan Barang Mencurigakan, diamankan Polres Wonosobo | Tribrata News Polisi Resor Wonosobo
  2. GVK BIO
  3. Bdsm

Comments are closed.