SELEWENGKAN PAJAK, KEPALA DESA DIPIDANAKAN

SAT RESKRIM POLRES WONOSOBO BERHASIL MENGAMANKAN UANG NEGARA (PENYITAAN KORUPSI) SAT RESKRIM POLRES WONOSOBO BERHASIL MENGAMANKAN UANG NEGARA (PENYITAAN KORUPSI)

Partisipasi aktif dari masyarakat  dalam rangka ikut mengawasi dan mengontrol jalannya pemerintahan terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran pembangunan di berbagai sektor, serta kontrol masyarakat terhadap berbagai pungutan dari masyarakat seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan oleh aparatur pemerintah semakin mempersempit ruang gerak timbulnya penyelewengan. Setiap ada tindakan yang menyimpang  yang dilakukan aparatur pemerintah akan segera dapat diketahui. Sebagaimana yang dilakukan oleh Sdr Zaeni yang beralamatkan di dsn Krajan 2/1 Desa Rimpak , Kec Sapuran  Wonosobo. Sebagai seorang Kepala Desa di wilayahnya, Zaeni telah menyelewengkan pajak yang dipungut dari masyarakat dengan jalan  tidak menyetorkan uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama dua tahun yang dilakukan pada tahun 2012   sebesar  Rp 41.750.000.- (Empat puluh satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) , dan setoran pajak tahun 2013 sebesar Rp 30.657.012.- (tiga puluh juta enam ratus lima puluh tujuh ribu dua belas rupiah) yang di pergunakan untuk kepentingan pribadi, Akibat perbuatannya menimbulkan kerugian negara  sebesar Rp 72.407.012.- (Tujuh puluh dua juta  Empat ratus tuju ribu dua belas rupiah). Dari keseluruhan uang pajak yang diselewengkan masing masing terdiri dari Dsn Jagungan pada tahun 2012 Rp 7.200.000.- dan tahun 2013 Rp 7.055.800.-, Dsn Krajan Pada tahun 2012           Rp 3.400.000.- dan tahun 2013 Rp 1.940.000.-, Dsn Karanganyar  Tahun 2012 Rp 1.950.000.- dan tahun 2013 Rp. 3.600.000.-, Dsn Pencongan tahun 2012 Rp 3.600.000.- dan tahun 2013 Rp 7.474.834.-, Dsn Wonoroto tahun 2012 Rp 4.500.000.- dan tahun 2013 Rp 2.500.000.-, Dsn Dangean tahun 2012 Rp 2.500.000.- dan tahun 2013 Rp 2.500.000.-, Dsn Ringkuk tahun 2012 Rp. 15.000.000.- dan tahun 2013 Rp 2.596.378.-, Dsn Sumber Rp 3.600.000.- dan pada tahun 2013 Rp 2.990.000.-.

Mekanisme dalam pemungutan pajak bumi dan bangunan tahun 2012 dan 2013 di Desa Rimpak Sapuran, dari pemerintah kecamatan sapuran membagi buku DHKP (Daftar himpunan ketetapan dan pembayaran) Kepada kepala Desa. Selanjutnya kepala desa melakukan rapat untuk membagikan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang), kepada pemungut PBB, kemudian  setelah di bagikan para petugas penarik pajak ,kemudian menjumlah lembar SPPT dan Pokok PBB Apabila sudah sesuai antara pokok DHKP dan jumlah wajib pajak yang ada di masing masing dusun maka di masukan ke dalam buku penarikan masing masing dusun, kemudian SPPT di bagikan kepada wajib Pajak dan para penarik akan menagih kepada wajib pajak. Uang yang sudah di pungut  dari para wajib pajak  kemudian di bawa ke kantor Desa untuk di catat dalam buku daftar setoran di Kaur Keuangan dan uang nya di bawa oleh kepala desa karena sebagai Penanggung jawab pemungutan pajak bumi dan bangunan. Dari pengakuan kepala desa kepada petugas pada tahun 2012 dan tahun 2013 tidak seluruhnya uang hasil pungutan pajak PBB di setorkan ke bank, namun sebagian dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Seperti yang disampaikan oleh salah satu saksi yaitu sdr Sio Asih (petugas pemungut Pajak Bumi dan Bangunan dusun ringkuk), Tahun 2013 , dia Selaku pemungut pajak bumi dan bangunan Dsn Ringkuk Ds Rimpak telah diperintahkan oleh Sdr Zaeni (Kades)  untuk menyetorkan uang pajak bumi dan bangunan ke Bank sebesar RP 12.403.622 (Dua belas juta empat ratus tiga ribu enam ratus dua puluh dua rupiah). Dari total Rp 15.000.000 (Lima belas juta Rupiah) dan sisanya dipakai oleh sdr Zaeni selaku Kades. Sedangkan pada tahun sebelumnya yaitu pada  tahun 2012 dari hasil pungutan  PBB sebesar Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah) untuk dsn Ringkuk, di pakai seluruhnya oleh tersangka dan tidak disetorkan ke Bank. Selain Sdr Sio Asih petugas pemungut pajak yang lain dari masing – masing dusun  adalah  Dsn Jagungan adalah Sdr Mustofa dan Sukiswanto, Dsn Krajan Sdr Mubadi, Dsn Karanganyar Sdr Kodir dan Kito, Dsn Pencongan Sdr Sayono dan Turono, Dsn Wonoroto Sdr Barnoto, Dsn Dangean Sdr Jomono, Dsn Sumber Sdr Martoyo.Mereka dijadikan saksi dalam perkara ini.

Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah, S.H.,  S.I.K., M.Hum. melalui Kasat Reskrim AKP Harjono, S.H. mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersangka Tindak Pidana Korupsi ini dilakukan berkat kerjasama dan partisipasi aktif dari masyarakat dengan Polisi, sehingga perkara ini dapat terungkap. Dalam perkara ini, Tersangka diduga telah melakukan tindakan Korupsi sebagai mana dimaksud dalam pasal 2 Ayat (1) Subsider pasal 3 Jo pasal 18 UU. RI. No. 31 Tahun 1999 Sebagaimana telah di rubah dengan UU.RI. No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP. Yang menimbulkan  kerugian Negara  sebesar Rp 72.407.012 (Tujuh puluh dua juta empat ratus tujuh ribu dua belas rupiah).

7 Trackbacks & Pingbacks

  1. GVK Biosciences
  2. cced.unila.ac.id
  3. www.cpns2016.com
  4. ciprofloxacin hcl
  5. buy hydroxychloroquine online
  6. mymvrc.org
  7. http://cialistodo.com

Comments are closed.