Seorang Penambang Pasir Di Wonosobo Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Lokasi

Dieng News – Ribut, 40 Tahun, Warga Dusun Grenjeng Desa Candiyasan Kecamatan Kertek yang merupakan seorang penambang pasir manual di area galian C Dusun Grenjeng Desa Candiyasan akhirnya menghembuskan nafas terakhir sebelum sempat mendapat perawatan. Korban tewas setelah jatuh pada saat menggali pasir. Nahas, tebing pasir tersebut kemudian runtuh menimpanya, Kamis (15/12) sore.

Kapolsek Kertek AKP Marino, S.H. yang ditemui di kantornya membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kronologi kejadiannya adalah pada saat korban sedang menambang tebing pasir dengan ketinggian sekitar 7 meter. Dimungkinkan karena kurangnya peralatan keamanan dan kurang hati-hatinya korban, akhirnya korban jatuh dalam posisi tengkurap,” kata Kapolsek. “Setelah itu, beberapa bagian dari tebing pasir yang berupa material batu berukuran kecil hingga sedang berjatuhan menimpa badan dan kepala korban,” lanjutnya.

Untuk luka-luka yang dialami korban sendiri, AKP Marino mengungkapkan sebagian besar luka yang menyebabkan kematian adalah di bagian kepala. “Bagian belakang kepala merupakan titik luka terparah. Untuk hidung dang mulut mengeluarkan darah dan seluruh wajahnya memar,” kata Kapolsek.

Mengingat kejadian tersebut, petugas dari Polsek Kertek kemudian meneutup lokasi tersebut dari aktivitas penambangan pada Jumat (16/12) pagi. “Untuk sementara kami tutup untuk proses penyelidikan. Kami masih melakukan pemeriksaan apakah murni merupakan kecelakaan akibat kelengahan korban atau ada penyebab lain,” tutup Kapolsek.

Sementara itu, Kades Candiyasan, Wasilah, mengungkapkan sebenarnya korban sempat dibawa ke RS Ngesti Waluyo Parakan. “Tapi sesampainya di rumah sakit dinyatakan sudah meninggal oleh dokter,” ungkapnya.