TANJAKAN SIROTO, SANG PENJAGAL MAUT

Saat patroli pada Jam rawan, tanjakan Siroto sasaran penjagaan Anggota Polsek Kepil Saat patroli pada Jam rawan, tanjakan Siroto sasaran penjagaan Anggota Polsek Kepil

Jalan  Silento – Manglong adalah jalur alternatif  pemecah kepadatan arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Wonosobo menuju Kabupaten Magelang. Pengendara dengan tujuan Yogyakarta, umumnya melalui jalan ini. Meskipun jalan utama melalui Kecamatan Kertek – Parakan – Temanggung – Secang – Magelang lalu Yogyakarta jalannya lebih lebar, tetapi banyak yang lewat jalur alternatif.  Alasannya, karena relatif lebih dekat, arus kendaraan lebih sepi dan jalan sudah baik, meskipun jalan berkelok-kelok dan banyak tanjakan dan turunan.

Selisih jarak tempuh dari jalur alternatif dibanding jalan utama adalah  16 Kilometer. Jika dari Kecamatan Kertek – Parakan – Temanggung – Secang Magelang – Muntilan berjarak kira-kira 72 Kilometer, tapi jika melewati Kecamatan Kertek – Silento – Manglong – Borobudur – Muntilan berjarak 56 kilometer. Di samping itu,  Pengendara merasa lebih nyaman dan sejuk, karena kanan kiri jalan banyak pohon ayoman jalan. Belum lagi, panorama alam yang indah di sepanjang jalur alternatif ini.

Tapi jalur alternatif ini hanya cocok buat kendaraan kecil, dan tidak cocok buat kendaraan besar seperti Bus, Truck angkutan barang, semua kendaraan lebih dari 6 roda, dan semua kendaraan yang mengangkut barang melebihi tonase  yang diijinkan. Jalur ini dilarang dilewati kendaraan besar dan mengangkut yang melebihi kapasitas, karena jalan ini sempit dan penuh tanjakan dan turunan cukup curam. Ini sangat berbahaya baginya. Apalagi masih sedikit sekali terpasangnya rambu-rambu peringatan. Sehingga bagi pengendara yang baru melewati, wajib ekstra berhati-hati karena belum hafal karakter jalan ini.

Ada banyak lokasi berbahaya di jalur ini, seperti tikungan Beran, tikungan Krajan Beran, tanjakan Kapulogo, tanjakan Siroto, tikungan Kagungan dan turunan Rejosari.  Di tempat itulah kecelakaan lalu lintas sering terjadi. Apalagi pada tanjakan Siroto, sudah puluhan nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Tanjakan dengan kemiringan 45 derajat ini,   terakhir kecelakaan terjadi pada  9 Maret 2015 pukul 16,00 Wib, sebuah mobil cyclone mengangkut sebuah mesin seberat  2,5 ton melorot dari tanjakan Siroto dan masuk jurang setinggi 16 meter, sehingga 3 (tiga) nyawa melayang sekaligus. Dan rata-rata kecelakaan disini terjadi pada musim penghujan. Sehingga masyarakat sekitar menyebut sebagai tanjakan penjagal nyawa.

Atas banyaknya kecelakaan disitu,  dengan melihat ramainya arus lalu lintas dan jam rawan kecelakaan, oleh Polsek Kepil tempat ini  acapkali di patroli dan  di jaga. Ini untuk memberi sinyal kepada pengendara agar waspada dan berhati-hati melewati jalan ini. Dan menyarankan agar menggunakan gigi satu untuk menaiki tanjakan. Perjalanan Anda lancar dan Aman, adalah kebahagiaan bagi Kepolisian. Semoga.

3 Trackbacks & Pingbacks

  1. GVK Biosciences
  2. Corporate Event Planners in Hyderabad
  3. best price for pfizer viagra

Comments are closed.