TIDAK ADA YANG KEBAL HUKUM, PELAKU BRANDALISME KEMBALI DITANGKAP

Tribratanewswonosobo.com-Image sebagaian orang  bahwa pelaku brandalisme Desa Kalikarung adalah kebal hukum, terbantahkan sudah. Kemarin (Kamis 8/9/2016) sebanyak tiga pelaku brandalisme oknum warga Desa Kalikarung Kecamatan Kalibawang, yakni Muhyono (33), Antokilah (30), dan Sobirun (17) ditangkap  Resmob Polres Wonosobo  dibantu anggota Polsek Kepil.  Secara berturut-turut dalam dua bulan terakhir, sudah empat kali berhasil dilakukan penangkapan oleh Polisi. Jumlah pelaku yang kini sudah meringkuk di hotel prodeo Polres Wonosobo sebanyak tujuh orang. 

Seperti  diberitakan tribratanewswonosobo.com, aksi brutal brandalisme oknum Desa Kalikarung oleh sekitar 75 orang  masih dalam pengejaran Polisi. Kami akan buru terus para pelaku yang meresahkan masyarakat sampai kapanpun,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Aziz Andriansyah ,”  Tidak ada yang kebal hukum, semua warga mendapat perlakuan yang sama di depan hukum,” sambungnya

Apa yang disampaikan Kapolres Wonosobo ini dibuktikan dilapangan.  Muhyono ditangkap saat sedang bekerja sebagai tukang batu di Dusun Pulepandak Desa Kalikarung, sementara Antokilah dan Birun ditangkap saat berada di Dusun Sirukem Desa Beran Kecamatan Kepil. Mereka tak berkutik saat Resmob Polres Wonosobo dibantu anggota Polsek Kepil meringkusnya.

Edy Supraptoyo Kepala Desa Gondowulan dengan didampingi Bhabinkamtibmas Desa Gondowulan Bripka Gigih Setyaji kepada tribratanewswonosobo,com menyatakan,” Warga kami Desa Gondowulan sangat mengapresiasi penangkapan ini,  Polisi benar-benar kerja keras, terima kasih Pak Kapolres !! Kami masih menunggu yang lain ! ,” katanya.  Lain halnya dengan Bhabinkamtibmas Gigih Setyaji ,” Agar warga Gondowulan untuk tenang, percayakan masalah hukum kepada Polisi, dan tidak perlu mengadakan aksi balas dendam yang justru akan merugikan diri sendiri,” harapnya. ” Polisi akan bertindak profesional dan tidak membedakan siapa dengan siapa,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan Muhyono mengaku berangkat bersama teman-temannya menggunakan sepeda motor, Muhyono bersama rombongan kurang lebih 40 motor (Hampir semua berboncengan) saat melewati Desa gawis Muhyono dan teman-temannya melaukan pengrusakan rumah, Saya hanya melempar sekali menggunakan batu sebesar genggaman tangan dan mengenai kaca rumah “ terang Kasat Reskrim AKP Suharjono, S.H. menirukan tersangka,

Sedangkan Antokilah merusak rumah di Desa Gawis dengan potongan kayu yang ditemukan di lokasi.

Sedangkan Sobirun karena masih dibawah umur tidak ditahan akan tetapi kasusnya tetap berjalan. Ketiga tersangka dijerat pasal 170 ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman diatas 5 tahun.