Antara Tradisi Atau Aturan : Komunitas Balon Udara Wonosobo Diskusi Bersama Kapolsek Kertek Polres Wonosobo

Polres Wonsoobo – Kapolsek Kertek melakukan pembinaan dan berdiskusi dengan komunitas balon udara Wonosobo yang diketuai oleh Riyan, dalam diskusi tersebut ketua mempertanyakan kenapa balon udara yang sudah membudaya di Wonosobo dilarang. Sabtu (25/06)

Bertempat di Mapolsek Kertek 5 (lima) perwakilan dari komunitas balon udara Wonosobo menemui Kapolsek Kertek dan berdiskusi tentang balon udara, komunitas tersebut yang diketui oleh Riyan dari Dsn. Mlandi, Ds. Sumberdalem mempertanyakan kenapa sekarang balon udara yang menjadi ikon Kab. Wonosobo dilarang.

Dalam diskusi tersebut Kapolsek menerangkan bahwa balon udara dilarang karena adanya peraturan dari pemerintah yang berdasarkan UU No. 1 tahun 2009 tentang penerbangan pasal 53 dan 411, yang antara lain berbunyi, setiap orang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan pesawat udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau merugikan harta benda milik orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Setelah diberikan penjelasan akhirnya tim dari komunitas balon udara akan melakukan kajian terkait dengan regulasi tersebut, tidak akan menerbangkan balon, menghormati tindakan dari kepolisian, dan menyadari bahwa tidak akan melaksanakan tradisi yang bertentangan dengan hukum. “Jadi bukannya kami melarang tradisi akan tetapi aturan perundang-undangan yang melarangnya, bila kita melakukan tradisi tapi membahayakan keselamatan jiwa dan barang nanti siapa yang akan bertanggung jawab” ucap Kapolsek Kertek AKP Marino, S.H., M.H.