BERUSAHA LARI, RESIDIVIS PENCURI LAPTOP DILUMPUHKAN

tribratanewswonosobo.com – Empat kali masuk jeruji besi tidak membuat AHMAD BUDI SAHRONI, (20 Tahun) Warga Desa Gunungtawang, Kecamatan Selomerto kapok. Bersama 2 orang rekannya, pelaku mencuri 3 buah laptop, 1 buah HP dan uang tunai Rp. 300.000,- milik PNS Disdukcapil Wonosobo, Retno, 33 Tahun di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto.

Kapolres Wonosobo AKBP Azis Andriansyah, S.H., S.I.K., M.Hum. melalui Kasatreskrim AKP Suharjono, S.H. menuturkan kronologi kejadiannya adalah pada tanggal 29 Agustus 2016 pukul 03.00 Wib dinihari, Pelaku bersama 2 temannya yaitu RL dan AN, (keduanya DPO) masuk ke rumah korban dengan cara merusak ventilasi rumah. “Ketiga pelaku kemudian menggondol 3 buah Laptop berikut 1 buah HP serta uang tunai Rp. 300.000,-“ katanya.

Selanjutnya, Kasatreskrim menjelaskan bahwa Pelaku ini baru keluar dari Rutan Ambarawa pada 17 Agustus lalu. “Sebelumnya pelaku pernah 3 kali menghuni jeruji besi karena kasus pencurian kendaraan bermotor dan perhiasan. Terakhir, vonisnya adalah 1 tahun penjara. Pelaku lepas setelah mendapat remisi HUT Kemerdekaan RI ke 71 kemarin,” terang Kasatreskrim.

Pelaku sendiri diamankan unit Opsnal Satreskrim Polres Wonosobo saat berada di Taman Fatmawati Wonosobo. Pada saat diminta menunjukkan lokasi penyimpanan laptop curian pelaku berusaha melarikan diri. “Pelaku terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri dengan mengelabuhi petugas. Setelah 3 tembakan peringatan kami tidak digubris, akhirnya pelaku kami lumpuhkan,” terang AKP Suharjono.

DSC_0301

Sementara itu menurut keterangan pelaku, dirinya nekat melarikan diri karena tidak mau lagi masuk penjara. “Pada waktu itu, saya berada dalam pengaruh minuman keras. Dan saya hanya berpikir untuk melarikan diri saja,” kata pelaku. Saat disinggung tentang rekan yang DPO, Pelaku mengaku kenal keduanya saat menghuni Rutan Ambarawa.”Kami bebas di hari yang sama. Mereka mengakunya anak Lampung,” terang pelaku.

Sedangkan untuk barang bukti, polisi mengamankan 1 buah laptop dari rumah pelaku. “Hasil pencurian di Plobangan, saya hanya membawa pulang 1 buah Laptop dan uang Rp. 50.000,-. Sedang sisanya dibawa RL dan AN. Sebenarnya Laptop itu sudah mau saya jual. Namun setelah saya tawarkan kesana kemari tidak kunjung laku, akhirnya saya pakai sendiri,” terang pelaku.

Hingga saat ini, Ahmad Budi Sahroni masih mendekam di ruang tahanan Polres Wonosobo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. what is the best affiliate program

Comments are closed.