HIMBAU BANSER, KANIT BINMAS POLSEK SUKOHARJO : PBNU ADALAH JIWA

tribratanewswonosobo.com – Selain memaknai PBNU sebagai singkatan dari Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, Kanit Binmas Polsek Sukoharjo Aiptu Suyanto juga menerangkan arti lainnya yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI harga mati dan UUD 1945. Hal itu merupakan simbol dan jiwa bangsa Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkannya saat memberikan himbauan kepada GP Ansor dan Banser se-Kecamatan Sukoharjo pada acara Konferensi Ansor Anak Cabang Kecamatan Sukoharjo di Balai Desa Mergosari Sukoharjo, Senin (8/8) siang.

Peserta konferensi ansor di gor mergosari

Dalam sambutannya, Kanit Binmas menyampaikan bahwa paham radikalisme dan anti pancasila sangat bertentangan dengan kehidupan bangsa indonesia yang notabene merupakan negara hukum. “Artinya meski mayoritas penduduk beragama Islam ,segala sesuatu permasalahan diselesaikan dengan hukum negara, bukan dengan kekerasan maupun aksi melawan pemerintah,” katanya. ” Kami mengharap bantuan dari Pemuda Ansor dan BANSER untuk membantu pemerintah menangkal kelompok radikal yang ada di Indonesia. Akan tetapi dengan cara santun dan tidak disertai kekerasan. Ansor dan Banser harus memiliki jiwa PBNU seperti yang saya sampaikan tadi,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua MWC NU Sukoharjo Khamim Fadhol, M.Pd. menyambut baik ajakan dari Kanit Binmas untuk turut serta memerangi radikalisme. “Terima kasih pula untuk makna lain dari PBNU. Hal ini menunjukkan PBNU memiliki arti yang luas. Bukan hanya Pengurus Besar Nahdathul Ulama saja, ” katanya. “Dan semoga arti ini dapat memotivasi kami untuk kami para Banser sebagai pasukan NU agar tetap solid menjaga NKRI bersama dengan TNI/POLRI dan ikut berjuang melawan radikalisme dan terorisme,” lanjutnya.

Konferensi Ansor Kecamatan Sukoharjo ini digelar selama dua hari.  Selain memantapkan paham kebangsaan bagi anggotanya, kegiatan ini juga mengagedakan pemilihan pengurus baru Ansor Kecamatan Sukoharjo.