Seberapa Laku Tulisan Kita di Masyarakat

Salam Tribrata..!!!
Publik merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya pemberitaan. Humas, sebagai pengemban fungsi publikasi kegiatan Kepolisian harus senantiasa memahami dan memonitor bagaimana reaksi publik atas pemberitaan yang dibuat.

Apakah menimbulkan pandangan positif ataupun negatif. Apabila masyarakat menyukai berita positif kita, maka kita bisa dinyatakan berhasil. Namun apabila masyarakat menyukai berita negatif yang kita kirim, maka disisi pemberitaan kita berhasil namun dibidang publikasi kita gagal.

Dan kita sebagai pengemban fungsi kehumasan sangat bergantung pada kinerja rekan kita di lapangan. Ibarat kita adalah penjual, maka kita butuh barang dagangan untuk dapat ditawarkan kepada konsumen. Kita membutuhkan hasil kinerja rekan-rekan kita untuk dapat dipublikasikan. Dan seperti pedagang, kita harus mampu meramu dan meracik pemberitaan itu, sehingga menarik perhatian publik. Tentunya untuk berita yang positif.

Mengutip arahan dari Mantan Pejabat Kasubbag Humas Polres Wonosobo yang menjadi Kasatlantas Polres Cilacap, AKP M. Taat Resdianto, S.H., S.I.K., MTCP. bahwa berita itu bisa diibaratkan sebagai cacing atau naga. Sebuah berita kecil (cacing) dapat menjadi berita yang besar (naga) apabila kita dapat meramunya dengan benar. Begitu pula sebaliknya. Sebuah berita besar bisa menjadi tidak berarti apabila kita tidak dapat mempublikasikan dengan baik. Ada beberapa alasan berita besar kita terkadang tidak mampu menembus headline media massa dan menjadi topik utama.

Yang pertama karena metode penulisan kita kurang lengkap dan tidak menarik. Utamanya tidak disertai gambar pendukung yang representatif. Untuk itu, kita perlu mengembangkan kemampuan menulis dan pengambilan gambar guna mendapatkan hasil yang maksimal. Kuncinya adalah MAU BELAJAR.

Yang kedua karena ada berita lain yang lebih menarik perhatian publik. Biasanya merupakan isu nasional maupun hal yang sangat dekat dengan masyarakat. Sebagai contoh gema persiapan pengamanan idul fitri akan selalu kalah dengan isu kenaikan harga kebutuhan pokok. Untuk itu, perlu adanya strategi khusus dalam ‘sharing’ berita ke rekan media massa. Utamanya perhatikan pemilihan waktu yang tepat.

Yang ketiga sekaligus merupakan kelemahan kita adalah kegiatan yang senantiasa berulang. Kegiatan Kepolisian yang utama hanya berkutat pada hal-hal itu saja. Berkisar antara kegiatan pengaturan, penjagaan, patroli, sambang, binluh, ungkap kasus maupun operasi kepolisian yang bersifat rutin. Apabila kita tidak mampu meramu, meracik dan berimprovisasi dengan baik, maka pemberitaan tersebut akan menjadi sangat monoton dan tentunya tidak menarik perhatian publik. Langkah yang bisa kita laksanakan adalah mengambil sisi lain dari kegiatan yang kita laksankaan. Contoh kegiatan Polisi Sahabat Anak. Kegiatan itu merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan. Namun akan menjadi menarik apabila kita mengambil sisi lainnya. Misal : http://tribratanewswonosobo.com/polisi-benar-benar-sahabat-anak/. Jika kita kesulitan mengambil sisi lain, kita bisa ambil judul yang sedikit bersayap namun sangat menarik perhatian publik. Misal : http://tribratanewswonosobo.com/polres-wonosobo-tangkal-teroris-dengan-segelas-kopi/. Apa hubungannya teroris dengan segelas kopi? Judul itu mempunyai sifat yang bersayap karena ada ‘misteri’ yang tersembunyi. Hal itu akan menarik perhatian publik untuk setidaknya meng’klik’ berita kita.

Untuk bisa menjadi berita yang bagus dan publikasi yang berhasil, harus ada kesinambungan antara kegiatan Kepolisian dan publikasi yang baik. Para pembina fungsi operasional harus kaya inovasi dalam melaksanakan kegiatan Kepolisian. Dan yang terpenting adalah fungsi kehumasan mampu memonitor kegiatan dan melakukan peliputan untuk selanjutnya membuat publikasi yang baik dan menarik perhatian publik. Kerjasama adalah kunci keberhasilan tampilnya opini publik yang baik terhadap kinerja Kepolisian. Bersama kita dapat mewujudkan Intansi Kepolisian yang baik dalam kinerja maupun publikasi.
Salam tribrata…..!!!

4 Trackbacks & Pingbacks

  1. Dungeon
  2. daytrading
  3. GVK Biosciences
  4. GVK BIO

Comments are closed.